Review Makna Lagu Spring Day: Kerinduan yang Tak Pernah Usai

Review Makna Lagu Spring Day: Kerinduan yang Tak Pernah Usai. Lagu “Spring Day” milik BTS yang dirilis pada 13 Februari 2017 tetap menjadi salah satu karya paling mendalam dan abadi dalam diskografi mereka hingga kini. Hampir sembilan tahun berlalu, lagu ini masih menduduki puncak chart berbagai platform streaming di Korea dan secara global, sering kembali ke posisi tinggi setiap musim dingin atau saat tanggal 13 Februari tiba. Dengan lebih dari 1 miliar streaming di Spotify dan YouTube, “Spring Day” bukan sekadar lagu ballad biasa—ia adalah potret kerinduan yang tak pernah usai, kehilangan yang tak terselesaikan, dan harapan kecil yang terus dipelihara meski waktu terus berjalan. Di balik melodi yang lembut dan lirik puitis, lagu ini menyimpan lapisan makna yang dalam, membuatnya terasa seperti surat panjang yang ditulis untuk seseorang yang tak pernah benar-benar pergi. REVIEW FILM

Lirik yang Penuh Metafora dan Rasa Rindu di Lagu Spring Day: Review Makna Lagu Spring Day: Kerinduan yang Tak Pernah Usai

Lirik “Spring Day” ditulis dengan bahasa yang sederhana namun sarat simbolisme. Baris pembuka “Saramdeuri geotneun geotdo boigo” (orang-orang berjalan juga terlihat) seolah menggambarkan kehidupan yang terus berjalan di sekitar, sementara narator merasa terjebak di waktu yang sama. Frasa “Bogo sipda” (aku rindu) yang diulang-ulang terasa seperti napas pendek yang tertahan—rindu yang begitu kuat hingga sulit diucapkan. Bagian “Neoneun bomnalcheoreom dasi oneun geol” (kau akan datang lagi seperti hari musim semi) adalah harapan yang rapuh, tapi tetap dipegang erat meski musim semi belum juga tiba. Metafora salju yang mencair perlahan (“nuncheoreom ssahyeo inneun seulpeum”) menggambarkan kesedihan yang menumpuk dan lama-lama mencair, tapi tidak pernah benar-benar hilang. Lagu ini tidak pernah secara eksplisit menyebutkan siapa yang dirindukan—bisa sahabat, orang tercinta, atau bahkan sesuatu yang lebih besar—dan justru keterbukaan itu membuat setiap pendengar bisa memproyeksikan cerita pribadi mereka sendiri.

Melodi dan Produksi yang Mendukung Emosi di Lagu Spring Day: Review Makna Lagu Spring Day: Kerinduan yang Tak Pernah Usai

Melodi “Spring Day” dibuat dengan tempo lambat (sekitar 67 bpm) yang memberikan ruang luas untuk meresapi setiap kata. Aransemen yang dipimpin Pdogg dan Slow Rabbit menggunakan piano lembut, string yang melankolis, dan beat minimalis yang terasa seperti detak jantung pelan di musim dingin. Vokal BTS—terutama Jimin dan V di bagian pre-chorus dan bridge—membawa rasa rapuh dan keinginan yang sangat kuat. Bagian paling ikonik adalah harmoni di chorus “Bogo sipda” yang diulang dengan lapisan vokal semakin tebal—seolah kerinduan itu bertambah seiring waktu. Produksi musik yang bersih dan tidak berlebihan membuat lirik tetap jadi pusat perhatian, sementara suara angin dan efek salju di latar belakang memperkuat nuansa musim dingin yang panjang.

Makna Lebih Dalam: Kerinduan, Kehilangan, dan Harapan yang Tertahan

Di permukaan, “Spring Day” adalah lagu rindu biasa. Tapi banyak pengamat dan penggemar melihat lapisan yang lebih dalam, terutama kaitannya dengan tragedi Sewol Ferry pada 2014 yang menewaskan ratusan siswa SMA. Lirik seperti “Neoneun bomnalcheoreom dasi oneun geol” dan “Bogo sipda” sering ditafsirkan sebagai doa dan kerinduan kepada mereka yang tak kembali. Frasa “Jogeumman deo gidaryeojwo” (tunggu sedikit lagi) terasa seperti permohonan agar korban bisa “pulang” atau agar musim semi (simbol harapan dan kehidupan baru) segera tiba. BTS sendiri pernah menyatakan lagu ini lahir dari perasaan rindu terhadap orang-orang yang tak bisa mereka temui lagi, baik secara fisik maupun emosional. Makna terdalamnya adalah tentang waktu yang tak bisa diputar balik: kita terus menunggu musim semi, tapi musim dingin terasa tak berakhir. Lagu ini menjadi ruang bagi pendengar untuk meratapi kehilangan apa pun—cinta, sahabat, mimpi, atau orang tercinta—tanpa harus menjelaskan secara eksplisit.

Kesimpulan

“Spring Day” adalah lagu yang langka: sederhana di permukaan tapi sangat dalam di maknanya, sedih tapi tidak membuat putus asa, dan universal tanpa kehilangan rasa Korea-nya. Kekuatan utamanya terletak pada lirik yang puitis namun jujur, melodi yang menyayat, dan harmoni vokal BTS yang penuh emosi. Lagu ini berhasil menjadi teman bagi siapa saja yang pernah merindukan seseorang atau sesuatu yang tak bisa kembali—membuat mereka menangis, tapi juga ikut bernyanyi sebagai bentuk pelepasan. Jika kamu sedang mencari lagu yang bisa menemani momen kesedihan, kerinduan, atau refleksi panjang, “Spring Day” adalah pilihan tepat. Lagu ini tidak memberikan solusi instan—ia justru menemani proses menunggu musim semi yang mungkin tak pernah datang. Dengarkan sekali saja mungkin tidak cukup—karena setiap kali diputar ulang, kamu akan menemukan baris yang semakin mengena. “Spring Day” bukan sekadar lagu rindu; ia adalah pengingat bahwa kerinduan yang tak pernah usai adalah bukti bahwa cinta pernah benar-benar ada.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *