Makna Lagu I’m Not the Only One – Sam Smith

Makna Lagu I’m Not the Only One – Sam Smith. Lagu I’m Not the Only One dari Sam Smith, yang dirilis sebagai single dari album debut In the Lonely Hour pada 2014, menjadi salah satu hits paling emosional dan ikonik dalam kariernya. Dengan aransemen soulful yang kaya string dan vokal falsetto yang penuh rasa sakit, lagu ini menceritakan pengkhianatan dalam hubungan. Makna utamanya berpusat pada kesadaran akan perselingkuhan pasangan, rasa sakit yang ditahan demi menjaga penampilan luar, serta konflik antara tahu kebenaran dan tetap bertahan. Saat ini, lagu ini masih sering dibahas karena menggambarkan realitas banyak orang yang terjebak dalam cinta yang tak lagi jujur. BERITA BOLA

Kesadaran atas Pengkhianatan: Makna Lagu I’m Not the Only One – Sam Smith

Makna I’m Not the Only One paling kuat terlihat pada pengakuan narator yang sudah tahu pasangannya berselingkuh. Lirik seperti “You and me, we made a vow, for better or for worse, I can’t believe you let me down” menggambarkan janji pernikahan yang dilanggar, tapi narator tetap sadar “I’m not the only one”. Frasa berulang “You say I’m crazy, ’cause you don’t think I know what you’ve done” menunjukkan pasangan menganggap narator delusional, padahal bukti sudah jelas—bau parfum, kebohongan kecil, dan perubahan sikap. Narator bukan korban buta; ia sudah melihat semuanya, tapi memilih diam karena tak ingin menghancurkan ilusi kebahagiaan rumah tangga. Ini mencerminkan rasa sakit yang kompleks: tahu kebenaran, tapi tak siap menghadapi konsekuensi mengakuinya.

Konflik Menjaga Penampilan Luar: Makna Lagu I’m Not the Only One – Sam Smith

Lagu ini menyoroti tekanan untuk mempertahankan facade pernikahan bahagia meski hati hancur. Lirik “When you call me baby, I know I’m not the only one” menggambarkan momen intim yang ternyata dibagi dengan orang lain, tapi narator tetap tersenyum di depan umum. “We’ve been together for so long, and we’ve got so much to lose” menjadi alasan utama bertahan—takut kehilangan sejarah bersama, anak-anak, atau opini keluarga. Narator bahkan rela “pretend it’s all okay” demi menjaga penampilan, meski dalam hati “my heart is torn”. Makna ini menyentuh tema kemunafikan dalam hubungan: banyak orang memilih diam atas pengkhianatan karena takut stigma perceraian atau kegagalan, meski itu berarti mengorbankan kejujuran diri sendiri.

Rasa Sakit yang Tak Bisa Disembunyikan

Meski berusaha tegar, lagu ini penuh ekspresi rasa sakit yang tak tertahankan. Bridge “For months on end I’ve had my doubts, denying every tear” mengungkap perjuangan panjang menahan air mata dan keraguan, tapi akhirnya narator mengakui “I wish this would be over now”. Vokal Sam Smith yang semakin intens di chorus memperkuat emosi mentah—seolah narator akhirnya meledak setelah terlalu lama diam. Makna ini bukan tentang balas dendam atau kemarahan, melainkan duka mendalam atas kehilangan kepercayaan. Lagu ini seperti pengakuan bahwa meski tahu dirinya bukan satu-satunya, rasa cinta masih ada, membuat keputusan untuk bertahan atau pergi semakin sulit. Dampaknya universal karena banyak orang pernah merasakan konflik serupa: tahu diselingkuhi, tapi tetap mencinta.

Kesimpulan

Makna lagu I’m Not the Only One dari Sam Smith adalah tentang kesadaran pahit akan perselingkuhan pasangan, konflik antara menjaga penampilan luar dan menghadapi kebenaran, serta rasa sakit yang tak bisa lagi disembunyikan. Liriknya jujur menggambarkan perjuangan emosional dalam hubungan yang sudah retak, di mana narator memilih diam demi stabilitas meski hati hancur. Pesan ini membuat lagu tetap relevan sebagai cerminan realitas banyak pernikahan atau hubungan jangka panjang. Pada akhirnya, I’m Not the Only One bukan sekadar lagu heartbreak, tapi pengingat bahwa terkadang kejujuran pada diri sendiri adalah langkah paling berani, meski itu berarti mengakui bahwa kita bukan lagi “the only one”.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *