Review Makna Lagu Watermelon Sugar: Manisnya Musim Panas

Review Makna Lagu Watermelon Sugar: Manisnya Musim Panas. Lagu Watermelon Sugar milik Harry Styles, yang dirilis pada November 2019 sebagai single kedua dari album Fine Line, tetap menjadi salah satu anthem musim panas paling ikonik hingga kini. Dengan melodi funky yang cerah, gitar groovy, dan vokal Harry yang penuh kehangatan, lagu ini terasa seperti segelas jus semangka dingin di hari terik—manis, segar, dan langsung bikin mood naik. Makna utamanya sederhana tapi menggoda: kenikmatan sensual dan euforia musim panas yang terasa manis seperti semangka, di mana setiap gigitan atau sentuhan membawa rasa bahagia yang tak terlupakan. Harry Styles sendiri pernah bilang lagu ini tentang “the feeling of warmth and the taste of summer”, dengan “watermelon sugar” sebagai metafor untuk kenikmatan fisik dan emosional yang begitu memabukkan. REVIEW FILM

Lirik yang Menggambarkan Sensualitas Musim Panas: Review Makna Lagu Watermelon Sugar: Manisnya Musim Panas

Lirik lagu ini penuh gambar-gambar cerah dan sensual. Harry membuka dengan “Tastes like strawberries on a summer evenin’ / Baby, I’m in love with you”, langsung ciptakan suasana romantis di malam musim panas. Chorusnya berulang “Watermelon sugar high / Watermelon sugar high”, yang jadi hook paling mudah diingat—seperti euforia tinggi yang datang dari kenikmatan sederhana. Frasa “Put a smile on your face / Like a watermelon sugar high” menggambarkan bagaimana momen intim itu bisa bikin seseorang tersenyum lebar, seolah seluruh tubuh dipenuhi rasa manis dan segar.
Verse kedua semakin dalam: “I want more berries / And that summer feelin’ / It’s so wonderful and warm”. Kata “berries” dan “summer feelin’” memperkuat tema musim panas yang penuh gairah, di mana segalanya terasa hidup dan menggoda. Baris “Breathe me in, breathe me out / I don’t know if I could ever go without” menunjukkan ketergantungan emosional dan fisik—seperti candu yang sulit dilepaskan. Harry sengaja pakai metafor buah semangka karena warnanya cerah, rasanya manis dengan sedikit segar, dan teksturnya juicy—sama seperti kenikmatan cinta musim panas yang terasa begitu hidup dan memabukkan.

Konteks Penciptaan dan Penjelasan Harry Styles: Review Makna Lagu Watermelon Sugar: Manisnya Musim Panas

Harry Styles menulis “Watermelon Sugar” saat sedang dalam fase bahagia dan eksploratif pasca-One Direction. Ia bilang lagu ini terinspirasi dari buku In Watermelon Sugar karya Richard Brautigan, yang penuh imajeri pastoral dan sensual. Harry ingin ciptakan lagu yang terasa seperti musim panas—hangat, bebas, dan penuh kenikmatan sederhana. Dalam wawancara, ia jelaskan bahwa “watermelon sugar” adalah kode untuk sensasi manis dari momen intim, terutama oral sex, tapi dibungkus dengan cara yang playful dan tidak vulgar. Ia ingin lagu ini terasa joyful dan celebratory, bukan hanya tentang seks, tapi tentang rasa syukur atas tubuh dan koneksi manusia. Produksi oleh Tyler Johnson dan Kid Harpoon beri nuansa retro-soul dan funk yang bikin lagu terasa timeless—seperti campuran 70-an dengan pop modern.

Makna Lebih Dalam dan Dampak Budaya

Di balik kesan fun dan sensual, “Watermelon Sugar” bicara tentang kebahagiaan momen—menikmati cinta dan kenikmatan fisik tanpa beban masa depan. Metafor semangka sangat kuat: buah yang hanya ada di musim panas, manis tapi cepat basi, mengingatkan bahwa momen indah itu sementara tapi layak dinikmati sepenuhnya. Lagu ini juga punya nuansa body positivity dan kebebasan seksual yang empowering, terutama karena Harry nyanyikan dengan penuh percaya diri tanpa malu. Kesuksesannya luar biasa—nomor satu di Billboard Hot 100 selama beberapa minggu, memenangkan Grammy untuk Best Pop Solo Performance 2021—menunjukkan betapa universal tema “manisnya musim panas” ini. Di media sosial, lagu jadi soundtrack pantai, road trip, dan momen romantis, membuktikan kekuatannya sebagai lagu cinta musim panas yang abadi.

Kesimpulan

“Watermelon Sugar” bukan sekadar lagu pop manis yang enak didengar, tapi potret indah tentang kenikmatan musim panas yang terasa begitu hidup dan membara. Dengan lirik sensual tapi playful dari Harry Styles, lagu ini tangkap esensi “manisnya musim panas”: rindu akan sentuhan, rasa, dan euforia sederhana yang membuat hati terasa penuh. Metafor semangka jadi simbol sempurna—manis, segar, juicy, dan hanya terasa terbaik di musim yang tepat. Hingga kini, lagu ini tetap jadi teman bagi siapa saja yang ingin merayakan cinta, tubuh, dan kebahagiaan momen, mengingatkan bahwa kadang yang paling sederhana—seperti gigitan semangka—bisa jadi yang paling manis dan tak terlupakan.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *